June 2012
58 posts
kejutan
Tuhan memang penuh kejutan. Seperti kali ini, di sore yang berteman angin Dia memberiku kejutan itu. Laki-laki itu adalah kejutan-Nya untukku. Pohon di taman kota dan bangku panjanglah saksinya. Disela waktuku membaca buku, tiba-tiba laki-laki itu menyeru namaku. Betapa tidak ini sebuah kejutan, sore ini hanya seperti sore yang lain hingga tiba-tiba laki-laki itu muncul dengan...
jadi?
Me : Pengen ndaki gunung. Kapan ya?
Orang Itu : Emang pengen ndaki gunung mana?
Me : Semeru, Pangrango, pengen ke Bromo juga, eh ikutan 7 Summits itu juga keren banget. Pengen ngrasain di puncak Denali deh....
Orang Itu : Halah, ndaki Lawe aja belum, udah kesono-sono. Paling ke Lawe juga menjep-menjep lu. Sindoro Sumbing cobain dulu juga noh. Baru kesana....
Me : "......"
#random
Dulu saya nggak percaya sama yang namanya selalu. Iya, selalu. Bagi saya, selalu itu omong kosong. Mlompong.
Bagi saya, luar biasa angkuhnya kata selalu itu. Apalagi bagi yang mengucapnya. Selalu itu berarti terus-menerus, dan saya nggak yakin kalo tiap manusia itu ngelakuin suatu hal secara terus-menerus.
Lagi pula, selalu itu seperti tali, yang mengikat pengucapnya. Manusia yang bilang selalu,...
tidak masalah jika liburan hanya di rumah dan (harus) pergi ke sekolah. karena...
– *lebay*
Tidak ada hal yang betul-betul salah. Bahkan jam rusak pun benar dua kali dalam...
– Paulo Coelho-Brida
saya tidak takut dengan kritikan, tetapi jujur, saya takut dengan bagaimana...
– NQ
karena terkadang, apa yang kita rasakan memang harusnya tersimpan. bukan untuk...
......
Jadi, yang membuat jedag jedug dari semalem itu oleh-akibat-karena-gara-gara (halah) dapet sms dari saudara seperjuangan, Nanaw. Yang isinya, “Good nite, sleep well, sweet dream.” berhubung enggak punya pulsa jadi enggak mbales :P
Terus yang bikin jedug-jedug apa ?
Saya jadi mikir, kapan ya terakhir saya dapet sms ginian ? (selain barusan dari Nanaw). Hahaha pengen ketawa...
satu buket dandelion, mustahilkah ?
– NQ
cukup.
cukup.
kata yang pertama kali muncul di benak saya begitu melihat nilai yang tercetak di rapot saya.
cukup ini bukan cukup lantaran saya puas dengan nilai saya. bukan.
cukup ini adalah cukup yang lain.
saya merasa cukup pas dengan nilai segini, karena saya sadar usaha saya memang tidak dibuat untuk menciptakan nilai yang baik. jadi saya merasa cukup. saya tidak meyesal dengan nilai segitu....
KELAS TIGA ALIAS KELAS DUABELAS ITU....
1. Bakal kangen sama koridor lantai 3 gedung kelas 2
2. Enggak bisa liat Gunung Slamet dari koridor lantai 3 gedung kelas 2
3. Enggak bisa ngintip Gunung Sindoro-Sumbing dari jendela kelas XI IPA 6
4. Enggak ada eek (maaf) burung di lantai koridor *yang ini di syukuri*
5. Jadi siswa paling TUA di SMA
6. Jadi teladan paling teladan *ngek*
7. Jadi demisioner MPK
8. Jarang kumpul MPK
9....
another randomness: Date a Girl Who Reads →
aseptia:
almanak-almari:
Date a girl who spends her money on books instead of clothes. She has problems with closet space because she has too many books. Date a girl who has a list of books she wants to read, who has had a library card since she was twelve.
Find a girl who reads….
Bicara Hati
Soal hati, tidak pernah menjadi hal mati untuk aku amati. Penasaran yang menukik tajam di pikiran dan -umh-perasaan- yang tak kunjung hilang. See, bagiamana aku menyebut kata perasaan? dari mana asalnya ia ? bicara perasaan lagi lagi bicara hati. Mana? dimana letaknya? Please, jangan sebut diperut bagian kanan atas. Hati yang bermakna ganda, homofon? Atau apalah sebutannya. Dasanama, yap...
How can I love when I’m afraid to fall ?
– CP
cerita kemarin.
Sehari setelah UKK. Saya dan pasukan IPA 6 kembali menduduki ruang kelas tercinta, sembari menunggu nilai Matematika keluar dan menunggu bapak ibu guru ngasih jadwal remidi *ini aib*, beberapa anak kelas duduk santai mengitari meja ngobrol nglor-ngidul nggak jelas
Teman A : Wah, Naisa enggak pernah remidi, ya !
(merasa tersindir, ini lagi praktek pake majas Ironi atau ngapain?)
Me: Hee, maksud lo? (sok pake lo-gue-lo-gue)
Teman A : Ya emang bener kan kamu nggak pernah remidi, mana mungkin, kamu bisanya kan lemidi (ketawa ngakak dibaregin anak-anak lain yang ndenger)
Me : Oke, fine ! (mau nggak mau ikut ngakak)
karena dengan melakukan hal-hal gila lah yang menjaga saya tetap waras :)
Naisaaaaaaaa !
Bukannya besok kamu Ulangan Kenaikan Kelas ?
Kok malah onlen ?
Belajaaaarrrr ! Besok Matematika sama Agama ! Kamu mau nilai kamu turun, haaa? Kamu mau orang tua kamu sedih, haaa?
Ayo jawab !
-pengenofftapimasihngetikaja-