February 2012
26 posts
semuanya telah selesai, bahkan sebelum semuanya dimulai…
Tenang Saja
tenang.
saya tak akan membuatnya lebih dari ini. tak akan.
saya tahu.
anda hanya ingin berkunjung sejenak. tetapi sayang, waktu berkunjung anda melampaui batas. saya gelisah meski sekaligus berbunga. tetapi saya harus sadar, anda hanya tamu disini.
mungkin, sebentar lagi anda akan pamit lalu pergi. tak apa. saya sudah cukup mempersiapkan diri.
tenang saja.
anda akan selalu bebas. saya pun...
GANTUNG. anda bisa lihat, saya kuat sekali ! mengikat diujung tali. ya,...
terkadang ada hal pahit yang tak perlu dihapus
biarkan ia mengkilap untuk jadi kaca
biarkan ia menyatu bersama hal yang manis
agar segalanya jadi sempurna
karena kesempurnaan bukan segala hal yang baik
bukan segala yang manis
sempurna adalah keduanya
yang pahit dan manis jadi satu
sempurna adalah mengisi dan mengerti
satu sama lain….
terima kasih, anda baik sekali pada saya, tetapi bagaimana dengan yang lain?...
Jadilah dirimu sendiri. Jalani kehidupanmu sendiri. Tampaknya kau terlalu banyak...
– Khadijah Aulia (via achmadlutfi
)
saya masih, belajar menerima
sesuatu yang bukan-bukan
sesuatu yang tidak-tidak
saya masih, harus belajar
menerima yang nyata dan akan jadi nyata
saya menerima :)
Dumdumnelion Bolo-Bolo :)
nggak usah, kamu nggak perlu repot-repot mampir, kalo cuman mau ngobrak ngabrik...
– NQ
Di balik kata “ciee”, ada kecemburuan. Di balik kata “gak apa-apa”, ada masalah....
– Avina Widarsa (via kuntawiaji)
Be Ef :)
Ma Best Friends :) *yang tak lekang yang selalu menerima tiap yang saya lakukan*
-Esi si diesel *benda hijau tua yang selalu bertakhta di punggung saya, yang selalu muntuk-muntuk isinya sampe kamu sedikit menganga, tapi kamu masih jadi tempat buku terbaik (yang berlabel DIESEL) yang pernah saya punya. meski gara-gara jalan sama kamu saya jadi punya title sendiri (nggak perlu disebut) daaaannn...
saya masih menggeliat, berjingkat-jingkat
menapak dengan peluh yang keruh
berharap ada mata yang sedikit menatap, ada senyum yang tersungging, ada kata-kata yang mengelupkan semangat
sejengkal, dua jengkal, seterusnya,
barangkali terlihat kuat
tetapi tahukah? ranting-ranting ini terlalu terjal, meski saya tak hiraukan berapapun panjangnya, tetapi seukur normal ini bukanlah sesuatu yang wajar
...
terkadang, kita memang perlu berputar menjadi sesuatu yang bukan diri kita demi...
– Dee
saya hanya…membenci sad ending. itu saja.
nggak peduli sebaik apapun kita, tetep aja ada yang ngga suka.
but that’s...
sisa gerimis..
tadi, di jalan sempit yang biasa gerimis merintik :) suaranya meredam pikiran yang membabi buta ia mendengkur, ,menumbuhkan sayup-sayup pelupuk mata gelak yang membahana menghias di lamun yang mengembun pikir ini melayang pada waktu sejam sebelumnya alangkah lucunyaaa… memberi tanpa tahu pasti pasti mereka tengah memegangi perut mereka yang kram, tertawa yang terlalu, menertawakan...
jelas.
sekiranya ini adil, sangat adil.. memberi, diberi, menyakiti, disakiti aku bukanlah seseorang yang ulung dalam perkara ini. tapi sekiranya hati ini belum mati. bergejolak , bereaksi , berempati, berduri. segalanya adil, tak ada yang harus protes pada Sang Pencipta Rasa. “In ahsantum ahsantum li anfusikum, wa in asa’tum falahaa” Itu benar. Semuanya adil, masih adil, selalu...