May 2013
11 posts
Rasa malas yang mengendap dalam waktu yang lama akan menjelma menjadi kebodohan.
– Intan Kirana dalam Prosa Layang-Layang (via kuntawiaji)
Naaah ! Baca Nai, baca !
You're just a sranger to me
Mungkin hanya jarak yang akan membuat kita saling bergerak. Unuk beregur sapa, memulas senyum, hingga tertawa bersama.
Mungkin nanti. Entah kapan. Tunggu saja.
Semoga mimpiku masih lengkap. Biar nanti Allah yang mengoreksi.
Semoga usahaku...
April 2013
9 posts
The girl looked around the bookshop and took a deep breath. “That smell, I just...
– Out of the Easy by Ruta Sepetys (via prettybooks)
Dan, saya, sialnya, jatuh cinta kepada Indonesia. Berkali-kali.
– Ahmad Yunus dalam Meraba Indonesia (via kuntawiaji)
Ujian dari Negara
Hai, apa kabar?
Sudah lama rasanya tak merangkai kata disini. Setelah melewati ujian dari negara tercinta ini beban sebagai pelajar SMA tingkat akhir mulai berkurang sedikit demi sedikit. Minggu ini minggu pengangguran, sungguh, tak ada yang lain yang dikerjakan selain menontonfilm-film yang telah menunggu jauh sebelum ujian berlangsung, membaca buku-buku yang sudah menanti *sebenarnya saya yang...
Orang-orang yang menyimpan perasaannya, menjaga kehormatan hatinya, dan...
– Tere Liye (via achmadlutfi)
That’s way……. *sigh*
March 2013
6 posts
Saya tidak tahu masa depan saya. Sebagai orang yang berhasil? Sebagai orang yang...
–
Soe Hok Gie
(via kurniawangunadi)
1 tag
Mimpi, Sebuah Mainstream?
Saya hanya ingin berbicara sedikit. Bahwa setiap manusia pasti mempunyai mimpi. Dan manusia di dunia ini tidaklah sedikit. Bermilyar-milyar jumlahnya. Jadi sangat mungkin jika manusia satu dengan yang lain mempunyai mimpi yang sama. Sebagai contoh, orang yang bermimpi menjadi dokter. Tidak sedikit bukan yang ingin menjadi dokter? Bukan macam satu dua orang, kita dapat menyaksikan sendiri bagaimana...
Me : Temenin nunggu bis, yok !
Teman B : Lah, temen-temenmu yang pulangnya searah pada kemana?
Me : Enggak tau nih, udah pulang kali...
Teman B : Wah tapi aku mau ke perpus nih, mau ketemu someone.
Me : Jiah, tega banget....
Teman B : Yah habis gimana? Makanya kamu cari pacar dong ! Biar gak sendirian terus, kemana-mana ada yang nemenin.
Me : *langsung kabur*
February 2013
14 posts
1 tag
1 tag
Dihukum Negara
Pengayaan Biologi
Pak Guru : *lagi njelasin tentang mekanisme gerak manusia* jadi membran sinovial itu ibarat pelumas tulang, kalo ligamen itu penghubung tulang dengan tulang....*bla bla bla bla bla*
Siswa : *sibuk mendengarkan sambil nyatet*
Pak Guru : Udahlah nggak usah dihafalin, kalian udah kelas tiga, sebenarnya udah nggak sekoiah, kalian cuma lagi dihukum negara ikut ujian..
Siswa : *ketawa serentak*
Yah, bukan bermaksud menyepelekan atau apapun, hanya ingin menghibur diri akibat lelah yang kian bertambah. Bismillah : )
Bukankah takdir pun bisa diubah? Bukankah mimpi harus diperjuangkan?
– Agustinus Wibowo dalam Titik Nol (via kuntawiaji)
Semangat yang meredup itu memang lebih membunuh daripada fisik yang remuk redam.
– Agustinus Wibowo dalam Titik Nol (via kuntawiaji)
Dalam takdirmu, mungkin aku hanyalah sebuah jarum diantara tumpukan jerami....
1 tag
Biarkan saya bercerita tanpa prolog. Atau silahkanmenganggap ini adalah sebuah prolog.
Benar-benar minggu yang melelahkan ! Padahal hanya TryOut sekolah, bahkan disaat kalimat “JUST TRY” terpampang di papan tulis ruang ujian, saya masih gelisah juga. Saya belum sepenuhnya berteman baik dengan Matematika ternyata. Ahya, dengan Fisika juga. Sungguh siswa macam apa saya ini?
...
January 2013
20 posts
Mungkin hal paling lancang yang pernah saya lakukan; menulis tentang kamu disaat ada manusia lain di sana, di hatimu. Tak apalah yang penting kamu tak tahu.
Baiklah, saya hanya bercanda. Kalimat diatas hanya secuil cerita dari soal Bahasa Indonesia. Ah ! Sebentar lagi Try Out pertama. Materi Fisika dan Biologi saya belum mengerti. Sama sekali. -____-
Oke, saya mau belajar dulu....
Cari orang yang mau menerima kekurangan kamu, jatuh cinta sama keanehan kamu,...
– Otoy Ways (Jilid Dua)
buakakakakak ! *kemudian hening*
Muhammad Akhyar: tumblr. dan Chairil Anwar →
muhammadakhyar:
Saya pernah membayangkan bahwa saya menggedor-gedor pintu Tuhan. Tidak untuk bertanya, mengapa rencana-rencana tidak selesai sebagaimana yang saya tulis begitu rapinya di lembar buku pribadi saya, tidak untuk bertanya mengapa perempuan yang saya cinta pergi meninggalkan saya, tidak pula untuk…
Ketika saya hanya bisa biang : Allah tahu yang terbaik bagi setiap umat-Nya